Kenapa Banyak Frontend Developer Memakai Next.js untuk Pekerjaan, tapi Vue.js untuk Personal Project?
Pendahuluan
Beberapa waktu terakhir saya sering berdiskusi dengan beberapa frontend developer mengenai framework yang mereka gunakan. Pertanyaan saya sebenarnya sederhana. "Kalau membuat frontend web, biasanya pakai framework apa?" Hampir semuanya memberikan jawaban yang kurang lebih sama. "Tergantung kebutuhan." Dan saya setuju. Tidak ada framework yang selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kondisi.
Namun, setelah pembahasannya berlanjut, mereka mulai menceritakan pengalaman dan preferensinya masing-masing. Nah... Di sinilah saya mulai menemukan pola yang menarik. Dari beberapa developer yang saya ajak berdiskusi, cukup banyak yang mengatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan Next.js / React untuk pekerjaan, sedangkan Vue.js lebih sering digunakan untuk personal project. Padahal saya tidak pernah bertanya, "Kalau kerja pakai apa?" atau "Kalau project pribadi pakai apa?" Penjelasan itu muncul begitu saja ketika mereka mulai menjelaskan alasan di balik framework yang mereka pilih.
Awalnya saya mengira itu hanya kebetulan. Tapi setelah mendengar pola yang sama dari beberapa orang... Saya jadi penasaran. Kenapa banyak developer yang sudah menguasai keduanya justru memilih memisahkan penggunaannya? (ใป_ใป;)
Disclaimer
Tulisan ini bukan hasil survei atau penelitian resmi. Ini hanyalah pola yang saya temui dari beberapa frontend developer yang sempat saya ajak berdiskusi.
Pembahasan Vue.js
Kalau melihat ekosistem frontend saat ini, Vue.js jelas bukan framework yang kecil. Komunitasnya besar. Dokumentasinya bagus. Ekosistemnya juga sudah cukup matang. Namun memang harus diakui, jika dibandingkan dengan React dan Next.js, komunitasnya memang masih lebih kecil.
Lalu muncul pertanyaan. Kalau begitu... Kenapa masih banyak yang memilih Vue.js untuk personal project? Dari beberapa jawaban yang saya dengar, ternyata alasan utamanya bukan karena performa. Bukan juga karena framework lain kurang bagus. Melainkan karena pengalaman saat mengembangkan project.
- Struktur project di Vue terasa lebih mudah dibaca.
- Single File Component (
.vue) membuat template, logic, dan style berada di tempat yang jelas. - Ketika project sudah lama tidak dibuka, banyak developer merasa lebih cepat memahami kembali alur kodenya.
Selain itu, untuk project yang dikerjakan sendirian, Vue juga terasa ringan. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan berbagai konsep yang sebenarnya belum dibutuhkan. Tinggal fokus membuat aplikasinya. (ใฅ๏ฟฃ 3๏ฟฃ)ใฅ
Nah... Di sinilah saya kembali bertanya. Kalau memang Vue terasa lebih nyaman... Kenapa tidak sekalian dipakai untuk pekerjaan?
Next.js
Kalau berbicara soal Next.js... Ya... Memang susah untuk dipungkiri. Ekosistemnya sangat besar. Hampir semua kebutuhan sudah ada library-nya. Kalau menemui masalah... Kemungkinan besar sudah ada orang lain yang pernah mengalaminya. Tutorial ada. Artikel ada. Video ada. Referensi GitHub juga melimpah. (ยด๏ฝฅฯ๏ฝฅ`)
Selain itu, React dan Next.js juga menjadi teknologi yang sangat umum di industri. Akibatnya, cukup banyak frontend developer yang sudah menguasainya. Bagi perusahaan, kondisi seperti ini tentu menguntungkan:
- Kalau suatu saat tim bertambah, proses mencari developer baru menjadi lebih mudah.
- Kalau ada pergantian anggota tim, proses handover juga biasanya lebih sederhana.
- Belum lagi banyak library baru yang biasanya hadir lebih dulu di ekosistem React.
Jadi... Bukan semata-mata karena framework ini lebih hebat. Tetapi karena ekosistem dan dukungan industrinya memang sudah sangat matang.
Penutup
Nah... Mungkin sampai di sini sebagian dari kalian sudah tahu ke mana arah pembahasannya. Atau bahkan sudah memiliki jawaban kalian sendiri. (๏ฟฃโฝ๏ฟฃ)
Kalau melihat kembali pembahasan tadi... Saya rasa tidak ada framework yang benar-benar lebih unggul dari yang lain. Semuanya kembali lagi ke kebutuhan. Dan tentu saja... Setiap framework memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal bagaimana kita menganalisis kebutuhan dari aplikasi yang akan dibuat.
- Kalau memang sudah nyaman menggunakan satu framework untuk semua kebutuhan... Ya pakai saja. Toh yang paling penting aplikasinya tetap bisa dikembangkan dan di-maintain dengan baik.
- Kalau memang menguasai lebih dari satu framework... Ya tinggal pilih mana yang paling cocok untuk kebutuhan saat itu.
- Atau... Mungkin justru mencoba framework lain saat mengerjakan personal project bisa menjadi bagian dari enjoyable learning.
Karena menurut saya... Personal project adalah tempat yang paling bebas untuk bereksperimen. Tidak ada aturan yang mengharuskan kita menggunakan framework tertentu. Selama sesuai kebutuhan dan kita menikmati prosesnya... Menurut saya, semuanya sah-sah saja. (ใฅ๏ฟฃ 3๏ฟฃ)ใฅ
Lalu... Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga memisahkan framework berdasarkan kebutuhan seperti ini? Atau justru menggunakan satu framework untuk semua project? Saya penasaran dengan pengalaman dan sudut pandang kalian. Siapa tahu, ada alasan lain yang belum pernah saya dengar. ( โขฬแดโขฬ )ู
Comments
No comments yet. Start the discussion.